What a Beautiful

img_20140616_071027

Hari ini bukan hari kemarin dan berharap akan mengantarkan pada hari esok. Pagi hari, kurasakan endorfin mengalir cukup deras, membuat hidup terjalani dengan senang dan begitu produktif dan kusisakan sedikit waktu untuk sekresi.

Kulakukan kegiatan produktif yang biasa kulakukan, hingga suatu saat Kakak-ku dengan semangat menggebu menceritakan kebodohan yang aku lakukan. Antara malu juga tak kuat menahan geli. Kabar berita itu tersampaikan lewat udara untuk menyusuri neuron kakak-ku dan pada akhirnya menggerayangi syaraf – syaraf di otak keluargaku. Pada saat itu bukan hanya orang tuaku yang sedang berkumpul untuk mendengarkan, Tuhan yang Maha penentu nasib seperti mendorongku lewat titah – titah dari kk ayahku untuk aku mulai menjadi seorang budak korporasi.

Continue reading “What a Beautiful”

Your Life is Your Choice

p1090648

Have u ever think that’s your life is too slow ? or your life have a good speed than the others ?

Alam semesta yang diperkirakan sudah berumur 14 milyar tahun, pada akhirnya melahirkan diriku yang dapat memotret salah satu momen fundamental dalam kehidupan manusia di dunia. Momen yang mempertontonkan perbedaan kondisi seorang manusia dengan manusia lainnya. Kondisi yang semoga bisa menyadarkan kita semua bahwa dunia itu tak lain adalah pilihan kita “Your Life is Your Choice”.

Continue reading “Your Life is Your Choice”

Menjadi Supir

15902747_120300001475543927_825065187_o

Cita – cita kami adalah menjadi supir, supir bagi diri sendiri, supir bagi orang lain dan pada akhirnya supir negara kami.

Orang – orang di kumpulan ini mungkinlah seorang calon supir yang hebat, dan mungkin juga seorang supir yang kuat di sisi lain. Tapi kusadari kondisi diri saat ini adalah seorang penumpang, yang hanya mengikuti arah kemana sang supir beranjak. Namun setidaknya diriku berusaha untuk menjadi seorang penumpang yang baik, penumpang yang duduknya di depan, menemani sang supir yang tak kenal lelah menginjak pedal (terlebih lagi kalo pedalnya tiga pasti ekstra kerjanya). Penumpang yang berusaha tak akan tidur untuk menemani sang supir sampai di tujuannya.

Mulya sekali kerja sang supir, harus membuat penumpang itu senang dengan tujuannya, harus membuat penumpang nyaman saat dibawanya dan pastinya selamat walau kadang harus ada sedikit cacat pada penumpangnya (mungkin saja kejepit pintu karena ulahnya sendiri hehe). Hal inilah yang mendorong saya untuk dapat berubah menjadi supir. Supir yg penuh kesadaran dan ikhlas menjalankan pekerjaannya. Supir yang hanya kenal tujuan baik tentang segala sesuatunya.

Momentum di rumah perubahan akan kumanfaatkan untuk dapat mewujudkannya. Kulihat banyak sekali orang – orang berpotensi di dalamnya. Akan kuserap banyak – banyak dan aku kubagikan suatu saat.

 

 

Kalau Nanas mah namanya Nanas Si Madu

Siti Yeni Rohmah

Ku tahu semangat ini datang dari kesadaran ingin menjadi org subang yang berguna. Dan tak lain, semangat eksplor Subang adalah akumulasi dari semangat yang ditularkan oleh manusia yg hadir di hidup ini. Intinya sih terima kasih untuk semangatnya.

Kumulai saja ceritanya ya. Siang hari sebelum pelaksanaan shalat jumat yang wajib bagiku, kusempatkan berkeliling kota tercinta ini. Memang punya kepentingan untuk meremajakan kembali mesin tempur seorang jurnalis (cita – citanya…aamiin…), tapi kusempatkan berkeliling mengitari daerah – daerah di kotaku yang sepertinya menarik untuk kubahas menjadi suatu tulisan. Sesampainya di tempat itu langsung saja kugenggam alat penangkap momen. Kuambil beberapa view dengan berbagai angle. Setelah kurasa puas aku pun pulang dan berharap bisa menuliskan hasil foto yg ku abadikan.

Continue reading “Kalau Nanas mah namanya Nanas Si Madu”

Idealis yang Realis

20170103_094200

“Bahagia itu mudah, tak lain melakukan hobi yang dibayar”

Mungkin kalimat “hobi yang dibayar” sudah banyak didengar dan sudah hadir lebih awal dibanding kalimat “bahagia itu mudah”. Ya, memang keduanya dikolaborasikan agar menunjukan suatu kalimat yang lebih kekinian. Hal ini sejalan dengan momen yang tak ingin saya lewatkan, momen jadul yg “ko masih kekinian”.

Selepas menikmati keringat pagi kusengajakan melintasi keramaian pertokoan yang berada tepat di jantung kota Subang. Walau hari terbilang masih pagi, namun tak dapat dipungkiri suasana kota tercinta itu hangat menyengat, dan suasana di pertokoan tersebut sudah riuh dengan gemuruh sang penawar batu. Batu ? Eits, itu batu bukan sembarang batu, itu batu yang dulu terkenal kesaktiannya namun bukan juga batu ponari. Dan di zaman facebook menjadi salah satu media cekcok , hal itu sudah tenggelam dalam sedalam sumur bor di kawasan pabrik tekstil.

Melihat kehadiran sang penjaja batu tersebut, serasa jiwa koleksi batu saya terpanggil kembali (walau hanya beberapa gelintir batu yang dikoleksinya), namun juga menggelitik pikiran logis saya (why he take this way?). Bila berbicara tentang penghasilan yang akan didapatkan, menjajakan batu mulia (except berlian, mutiara) sama saja menggali kuburan sendiri . Ketika penjaja bukanlah seorang penambang, maka penjaja harus membelinya dari seorang penambang, setelah dibeli perlu ada proses tambahan untuk dapat membuat batu mulia itu menjadi perhiasan yang memiliki nilai estetika dan ketika menjajakan sang penjaja pun tak lepas dari biaya operasional (tambah lagi operasional keluarga karena si penjaja adalah kepala keluarga) namun tentang keuntungannya? Mungkin bicara  dulu ketika bongkahan giok ditemukan di tanah sumatera, keuntungan yang didapat dari seorang penjaja batu mulia akan berkali – kali lipat lebih besar dibanding modalnya tapi bagaimana dengan sekarang ? Riuhnya hanya terjadi beberapa saat saja dan tak lebih riuh dari pembeli tahu bulat di goreng dadakan lima ratusan hehe. Intinya sih, ko bisa si penjaja batu ini mempertahankan bisnisnya di kala permintaan pasar yang tersedia rendah. Semoga saja semua prasangka buruk tentang si penjaja batu tidaklah benar adanya, dan beliau bisa menghidupi anak istrinya hingga keluarganya tak hidup lagi.

Hello, tahan dulu readers , pikiran ane masih blm kosong nih … Masih ada yang terselip tentang ceritaan si penjaja batu.

Sehingga, dengan bisnis yang sedang beliau jalani sekarang, apakah berarti bisnis tersebut merupakan sebuah idealisnya ? Bisnis idealis yang berharap dapat memenuhi suatu yang realis. Gils…gilss…gilss… #sembah sujud buat suhu. Hal itu adalah cita – cita bagi kebanyakan manusia, dengan kegiatan tersebut hidupnya bagai dihembus angin surga setiap hari. Namun, bila kritisi lebih jauh tak ada salahnya bila kita mengambil jalan realis untuk pada akhirnya membuat jalur idealis, atau menjadikan sesuatu yang realis itu menjadi idealis bagi kita (dibisa – bisain aja lah ya !). So, baik di awal, di tengah ataupun di akhir selalu jaga pikiran idealis-mu readers dan yang pasti jgn lupa tentang tujuan dari sebuah tindakan baik yang idealis atauapun realis.

Semoga dengan tulisan ane ini si bapak penjaja batu ada rezekinya karena dibantu doa oleh para readers. Juga semoga banyak yang terinspirasi untuk jadi seorang idealis yang dapat memenuhi kebutuhan realisnya, tp jangan jadi seorang penjaja batu juga, nanti menyaingi bapaknya, jangan yow.

Ambil yang baik dan kita bongkar yang buruknya !

*perspektif penulis

Idealis = pemikiran yang sesuai dengan hati.

Realis = pemikiran yang menitikberatkan pada kenyataan, terkadang tidak sesuai dengan hati dan hanya sebatas pemenuhan kebutuhan materi.

Berbagi Peran, Berbagi Kebahagiaan

14725282_143487189448906_427092696_o

Pikiran bebasku sekarang mulai kembali melayang.

Sehingga terciptalah ceceran kata yang ternarasikan.

Mungkin tak indah, namun setidaknya bisa untuk membentuk sebuah pemikiran.


Kamu, kamulah seorang pemberani

Biar, biarkan aku terjuluki “sang penakut”

Tak usah kau pusingkan, aku yg terlahir menjadi seorang penakut.


Manusia tercipta di dunia ini bukan dengan ketidak sengajaan. Semua terjadi atas kehendak Tuhan. Begitu pun dengan kehebatan dan kelemahannya, itu pun menjadi suatu rancangan – Nya.

Aku rasa, pemikiran ini bukan saja ada di dalam pikiranku. Seluruh agama mengajarkan tentang ini semua. Dalam pengetahuan bermasyarakat mungkin ini yang dinamakan toleransi.

Continue reading “Berbagi Peran, Berbagi Kebahagiaan”

Hafidz

image

Tulisan ini akan menceritakan pengertian Hafidz. Siapa saja hafidz di Indonesia dan dunia. Bagaimana dengan hafidz di Indonesia. Selain itu, tulisan ini akan menunjukan manfaat hafidz untuk bekal di dunia dan akhirat.

Filosof

image

Filosof
Tulisan ini akan berisi meegenai peran filosof di dunia. Bagaimana tentang kehadirannya dunia ini dapat mengubah cara pandang kehidupan di dunia?
Tulisan ini juga akan menceritakan tokoh – tokoh filosof yang ad di dunia dan juga di jndonesia khususnya, sehingga akan diketahui bagaimana peran filosof di Indonesia.